18
Mar
09

Mari bicara tentang pemilu

(Mars Pemilu)

Pemilihan umum telah memanggil kita
Seluruh rakyat menyambut gembira
Hak demokrasi Pancasila
Hikmah Indonesia merdeka

Pilihlah wakilmu yang dapat dipercaya
Pengemban AMPERA yang setia
Di bawah Undang-undang Dasar 45
Kita menuju ke Pemilihan Umum

Semua orang pasti familiar dengan lagu itu. Bahkan sempat di nyanyikan ulang oleh Slank. Tapi apakah ada hubungan dengan posting ini? Tidak ada. Lagu itu hanyalah sebuah lagu yang menambah hingar binger pesta demokrasi di negeri kita.

Ada sebab maka ada akibat, pemilu yang akan di laksanakan pada bulan april nanti tinggal menghitung hari. Banyak persiapan yang harus dilakukan KPU, seperti mendistribusikan surat suara, mengatur jadwal kampanye, mendata jumlah pemilih tiap daerah, melakukan penghitungan suara dan masih banyak lainnya. Parpol peserta pemilu juga tidak mau kalah mereka sering mengadakan rapat-rapat besar untuk memilih para calon sebagai ujung tombak mereka. Juga mempersiapkan acara-acara kampanye tiap daerah dan lainnya. Banyak sekali memang, ya namanya juga pesta. Pesta demokrasi membawa banyak dampak, yang baik maupun yang buruk. Tapi kali ini saya hanya akan membahas dampak yang buruknya saja itupun menurut pandangan saya saja, kalo situ keberatan ya terserah situ.

Apa saja sebernarnya dampak buruk yang dihasilkan dari pemilu. Coba bayangkan ada berapa ratus juta pemilih di negeri kita, dan hitung juga banyaknya kertas yang digunakan. Berapa banyak pohon yang dikorbankan untuk pesta itu. menurut green peace Hampir 2 juta hektar luas hutan Indonesia hancur selama periode 2000-2005. Ini berarti setiap 2 % hutan kita hancur setiap tahunnya, atau sama dengan 51 km persegi (300 lapangan bola) setiap harinya. Dan bayangkan juga berapa banyak hewan-hewan yang dilindungi kehilangan hutannya karena kita. Bayangkanlah.

Ketika kita melakukan pawai dalam kampanya berapa banyak bahan bakar yang terbuang, cukupkah hutan kita untuk menyerap CO2 yang dihasilakan kendaraan kita? Dan masih adakah cadangan minyak yang tersisa untuk anak cucu kita kelak? Apakah pesta demokrasi ini adalah pesta pemborosan? ya. Adakah cara yang lebih hemat? tentu saja ada. bagaimana? mari kita sama-sama berfikir.


18 Responses to “Mari bicara tentang pemilu”


  1. Maret 18, 2009 pukul 2:02 pm

    para caleg sudah berpikir, yaitu bagaimana menang atau bagaimana mengalahkan
    para pemilih (termasuk saya) juga berpikir bagaimana bisa menggolputkan diri secara indah
    artinya biar bisa menghemat biaya pemilu seperti kata Mas Taufan

    salam kenal


    TauFaN :
    Iya pikiran mereka cuma bagaimana mengambil hati para pemilih dan bagaimana mereka agar besok mau mencontrengnya. Nah, kita para pemilih atau yang golput. juga memiliki kewajiban yang sama dalam menjaga bumi kita dari kerusakan. yang perlu di pikirkan adalah cara yang efektif dan tindakan kita harus dilakukan bersama-sama.

    salam kenal juga mas Eddy

  2. Maret 18, 2009 pukul 2:06 pm

    .
    Cara lebih hemat ya milih lewat layar sentuh, maka secara real time akumulasinya akan terlihat. Tapi usulna inih ditentang anggota DPR dengan alesan ndak semua penduduk Indon melek teknologi….
    Sungguh alesan mengada-ada. Padahal sebenernya ngurangin kesempatan curang yah ???

    TauFaN :
    Bener ni, cara seperti ini mirip di amrik sono. tapi kalo di amrik kan parpolnya cuma 2 dan capresnya juga 2. Nah kalo indonesia ada 30an layar sentuhnya harus yang agak gede juga. Kalo pake kertas kan sering ada yang rusak, kaya di bandung ada 300rb yang rusak.
    Itu cuma alesan aj, kalo ngga gini kapan majunya…..

  3. Maret 18, 2009 pukul 5:56 pm

    tutup mata tutup telinga……..
    katakan……………….TIDAK

    TauFaN :
    ngga tutup idung mas?
    hehehe….

  4. Maret 18, 2009 pukul 9:06 pm

    aduh,,thanx berat ya tuk informasi ini,,
    penting banged ni bwat gwe..
    tengkyu

    TauFaN :
    Sama-sama neng Lia….

  5. Maret 19, 2009 pukul 1:54 pm

    Weh, masih apal lagunya to maz? aku jadi nyanyi-nyanyi ndiri nih😀

    TauFaN :
    oke kita ambil suara dulu….
    *siap-siap karaoke*

  6. Maret 19, 2009 pukul 9:23 pm

    iya ya, eranya sudah dijitel begini kenapa masih pakek kertas?? aneeh.. setuju sama idenya mbelgedez tuh… hehehe…

    TauFaN :
    Di amrik udah pakek cara kayak gitu boss

  7. 7 eMo
    Maret 20, 2009 pukul 2:05 pm

    wuidih iya juga yak…

    tapi hari ini M lagi sumpekkkk… dijalan banyak kampanyee… mo brangkat kuliah ntar telat lagi telat lagi *malah curhat*😀

    TauFaN :
    walah, ndak papa kok M saya juga bisa menerima sampah curhat

  8. Maret 20, 2009 pukul 4:58 pm

    kebanyakan mubazir mas….

    TauFaN :
    Iya mas, dah gitu banyak yang rusak, dan nanti kalo sudah dihitung mau buat apa? bungkus nasi…..
    hahaha….

  9. Maret 22, 2009 pukul 12:06 am

    mungkin seratus tahun lagi baru bisa, lah nanti kalo pake teknologi pasti ngirit biayanya… wakaka… dasar hobi pemilu disini ya…

  10. Maret 22, 2009 pukul 7:11 am

    Semrawut memang klo ngebahas masalah pemilu.. ga’ bakalan ada ujungnya.. yang ada bangsa kita mudah di pecah belahkan akibat banyaknya parpol..🙂

    Salam kenal.. Nice Post…😉

    TauFaN :
    iya mas, banyak pilihan malah tambah pusing menentukan pilihan kita….

  11. Maret 22, 2009 pukul 2:54 pm

    pake email mungkin ?😀
    ato mungkin sebaiknya KPU bikin web tersendiri buat pemilihan umum .
    jadi kita ga perlu coblos / contreng .
    cukup ceklik .

    dan selesai .
    ga perlu keluar ruma .
    hemat bahan bakar .
    hemat kertas .
    😀

    TauFaN :
    Boleh juga ni idenya…..
    Tapi apakah sudah ada internet disetiap rumah? mungkin butuh waktu untuk mewujudkan ide ini….
    Dasyat banget nih idenya….

  12. Maret 24, 2009 pukul 1:33 am

    pemilu sehat=pemilu prosedural?

  13. Maret 24, 2009 pukul 11:22 am

    Nah ini nih….kenapa lagu ginian nggak muncul lagi yo?
    Kan juga sudah dibuat versi baru, gimana rakyat mau semangat sambut pemilu?
    Nggak ada lagi iklan ttg Jurdil kayak dulu…yang ting!ting! inga!inga!…..itu lho!

  14. Maret 24, 2009 pukul 3:49 pm

    Percuma saja….kalau yang dipilih seolah lupa janji-janjinya dulu😦 !!!!

    TauFaN :
    Doh… kalo itu emang udah dari dulu mas…. hohoho…
    para politikus ndak bisa di percaya…

  15. Maret 25, 2009 pukul 3:54 pm

    Lagu itu …
    Duluuuuu setiap hari kita dengarkan di TVRI

    Ah kenangan itu …

    Sekarang kok ndak ada marsnya ya ?

    Salam saya
    (ini kunjungan balasan nih …)


    TauFaN :
    iya om, jaman saya masi ingusan…….

    salam kembali om, makasi kunjungannya…

  16. Maret 26, 2009 pukul 7:11 am

    Coba kalau uang kampanye itu disumbangkan buat rakyat dan masyarakat miskin. Bukan kah itu akan malah sangat bermanfaat sekali…? Tanpa kampanye pun kalau memang bagus citra dirinya orang lain juga pasti akan memilih


    TauFaN :
    Bener, tapi disumbangkan dalam bentuk apa nih…..
    Musim kampanye kan juga banyak acara sumbang-menyumbang (alias money politik).

  17. Maret 29, 2009 pukul 12:33 pm

    Mungkin kalo secara elektronis bakal lebih mahal lagi. Harga 1 set komputer + layar sentuh + fingerscan (biar semakin valid pemilihannya) akan sangat mahal. Apalagi jika setiap kelurahan harus pakai 3 set.

    Problem berikutnya adalah ketika pemilu selesai. Mau dikemanain komputer2 ini? Okelah jika dijadikan inventaris di setiap kelurahan. Tapi spesifikasi yg demikian ini berarti overinvestmen. Petugas kelurahan tidak memerlukan layar sentuh + fingerscan untuk menunjang pekerjaannya.

    Mau dilelang? Boleh juga. Tapi harganya akan jatuh. Mau digunakan untuk pemilu lagi 5 tahun ke depan? Wah, teknologi TIK sudah usang untuk 5 tahun ke depan. Mungkin sudah tidak ada dukunngannya lagi, termasuk sparepart-nya.

    Lebih afdol jika diserahkan ke pihak swasta dengan tender. Tapi jadi berpotensi korupsi + manipulasi. Hehehe… kok jadi semakin ribet ya? Ya sudah, pake kertas lagi saja.

    Tapi upaya yang bagus untuk memulai memikirkan alternatif mekanisme pemilu.

    TauFaN :
    mungkin akan lebih murah kalau sistemnya sewa.
    jadi ngga perlu beli dengan cara tender yang bisa memungkinkan mark up biaya pembelian. seperti yang banyak kasus terjadi di indonesia.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Siapa sih yang punyak sarang?

Saya adalah Taufan Dwi Prayogo. Seorang mahasiswa tingkat akhir jurusan Ilmu Komputer Universitas Diponegoro, Semarang.

Yang nasipnya diujung tanduk karena udah hampir 4 taun tapi ndak lulus-lulus. Karena udah terkena sindrom mahasiswa tingkat akhir, yang salah pergaulan dan memiliki masa depan yang kurang meyakinkan. Bidang yang saya gauli juga ndak jelas, amburadul dan ndak karuan.

Blog ini sebenarnya memiliki tema tentang Teknologi Informasi, namun karena bidang saya yang ndak jelas. Blog ini jadi tidak bermutu memiliki tema lagi.

Insya allah semua posting di blog ini aseli saya yang mikir. Dan kalo situ mau ngopi silahkan aja. Tapi jangan lupa tolong cantumkan sumbernya.

Para pencari sarang

  • 172,260 jiwa

Status Yahoo

Kalender

Maret 2009
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Tools

smadav antivirus indonesia

Klik banner untuk tambah Page Rank blog anda
Increase your PageRank

Powered by  MyPagerank.Net

Yang sedang Online
page counter

IP

Locations of visitors to this page

dmoz.org

Laman


%d blogger menyukai ini: