26
Mar
09

Lagi Sakaw Quota Internet (Mari Bicara Tentang Pemilu, Part ll)

Beginih saodara-saodara, udah seminggu yang lalu jatah preman internet saya alias quota sudah mencapai diujung monas tanduk. Udah seminggu pula saya jarang pulang ngeblog, ym, facebook, n mafia wars-an di rumah…. Hohoho… Cuma bisa ngenet kalo di kampus doang pakek leptop tercinta, itu jugak benwitnya dilimit, padahal kalo malem bisa 20 Mbps.

Selain itu banyak juga kegiatan yang cukup menyibukkan saya, seperti jadwal syuting (eh bener lho, ga bercanda. Tapi saya yang kebagian megangin cewe kamera buat nyutingin dosen-dosen Ilmu Komputer Universitas Diponegoro buat proyek v-class kayak yang dulu saya pernah ceritaain) terus kuliyah yang padet (padahal kuliah saya cuma hari selasa itu juga udah 2 kali bolos dari 3 pertemuan. pas kemaren masuk terlambat setengah jam pula, doh….). kegiatan lainnya yaitu kalo malem sering keluyuran sampe pagi. Sama kegiatan baru saya yaitu entry data untuk calon mahasiswa Universitas Diponegoro 2009 jalur PSSB (pegel jari saya, lha wong empat jam di suru ngetik nginput-in data)

Doh kenapa saya jadi curhat disini yah….. maap ya saodara-saodara, ketelepasan dikit (Bocor alus™). Sebenernya yang mau saya omongin tu ngga beda jauh dengan postingan saya yang kemaren. Nah kali ini saya lagi mau mbicarain tentang pemilu terutama caranya. Kita semua pasti tidak asing dengan istilah contreng seperti yang digembar-gemborkan di seluruh media dan para caleg itu sendiri. Dilihat dari tata bahasa di kamus besar bahasa Indonesia, tidak ada kata contreng. Mungkin yang paling mendekati adalah kata centang. Lagi-lagi menurut saya, kata centang lebih enak dan familiar untuk di dengar dibanding kata contreng. Sebab kata contreng sangat aneh diucapkan dan didengar. Dan parahnya lagi, media informasi kita malah menambah kepopuleran kata contreng dengan banyaknya iklan-iklan parpol, alat peraga pemilu, bahkan ada acara yang diberi nama mang contreng yang menggunakan boneka sebagai tokoh mang contrengnya. Semakin dibodohi saja kita ya….

Kalau dulu KPU hanya mengesahkan tanda contreng atau centang, nah kemarin saya nonton berita tentang 5 cara mencontreng yang disahkan. Mungkin ini berita basi. Tapi saya cuma sekedar mengingatkan saja. Tanda yang di sahkan antara lain adalah

  1. Tanda contreng atau centang (v)
  2. Tanda silang (X)
  3. Tanda garis lurus mendatar ( — )
  4. Tanda garis miring kekiri ( \ ) dan tanda garis miring ke kanan (/)
  5. Atau kedua tanda garis miring kekiri dan ke kanan ( \ / )

Nah untuk point yang no 5 disahkan, karena katanya mungkin ada pemilih yang terlalu semangat untuk mencontreng atau centang tapi tidak sempurna tandanya.

Kelima tanda ini baru disahkan karena banyaknya para pemilih yang gagal dalam melakukan simulasi di berbagai daerah. Makanya guna mengurangi hilangnya suara karena kurang populernya kata contreng itu KPU sedikit mengalah.

…………………Sudah siapkah anda memilih kisanak?…………….


8 Responses to “Lagi Sakaw Quota Internet (Mari Bicara Tentang Pemilu, Part ll)”


  1. Maret 28, 2009 pukul 12:07 am

    yang jelas saya belum siap memilih, binun milihnya, banyak banget

    TauFaN :
    saya juga ga tau mau milih yang mana….
    Lha wong KTP saya aj KTP tangerang, sedangkan saya di semarang, mana bisa nyoblos, eh contreng….
    Daripada repot-repot pulang ke Tangerang buat nyontreng, mending di Semarang aj ngejain TA dan PKL…. doh….

  2. Maret 28, 2009 pukul 12:55 pm

    wah bung ente milih dimana emang?

    spakat,banyak bener yang masih blum familiar dengan istilah “contreng”,karena frame pemilu ya nyoblos bukan nyontreng…

    Kasihan kalu liat sosialisasi…hmmmm banyak yang lum paham

    gak hanya contreng yang jadi trouble,DPT is one of…
    coba cek?brapa persen kawan -kawan UNDIP yang punya kesadaran politik(gayya) tapi terhalang geografis untuk me(N) contreng?

    termasuk ente gak?

    TauFaN :
    Saya kayanya ga nyontreng, soalnya masi di semarang. Males kalo harus jauh2 ke Tangerang buat nyontreng doang.
    Iya ni jadi masalah, di UNDIP ato perguruan tinggi lain pasti banyak mahasiswa perantauan. Hak pilih mereka akan menguap begitu saja tanpa kesadaran dalam berpartisipasi di pemilu mendatang (kayak saya….). Tapi bukan karena mereka tidak mau memilih, namun lebih karena masalah lokasi yang jauh dari tempat asal.

  3. Maret 29, 2009 pukul 12:22 pm

    Iya, istilah contreng bagi saya juga cukup aneh.
    Eh, dilingkari tidak termasuk yg sah ya?
    Soalnya kalau tanda silang (X) itu disahkan, itu justru tambah aneh. Bukankah tanda silang (X) itu lawannya dari centang (V)?

    Bukankah kalau benar itu di-centang? Sedangkan kalau salah di-silang?


    TauFaN :
    Itu dia, makin tambah binggung yang milih.
    Kalo saya lebih senang nyoblos dari pada centang contreng ato nyilang…. hehehe

  4. Maret 31, 2009 pukul 8:03 am

    Sosialisasi KPU akhirnya dari mulut ke mulut….agak miris juga melihat banyak yang belum terdata sebagai pemilih. Gimana dooonk

    TauFaN :
    Iya gara2 distribusi surat suara sama masih belum validnya DPT ada beberapa daerah di indonesia yang sudah dipastikan mundur jadwal pemilihannya.

  5. 5 Yep
    Maret 31, 2009 pukul 8:38 am

    Ada saran ngak, milih sapa ?
    Kog aku liat sama semua ya ?

    TauFaN :
    Sama mas, saya jugak bingung……

  6. April 1, 2009 pukul 3:57 pm

    Apapun tandanya….
    Yang dipilih harus bisa memperjuangkan aspirasi rakyat !!!!🙂

  7. April 1, 2009 pukul 8:41 pm

    Soale gini bro. untungnya indonesia ini memiliki keragaman bahasa, mungkin dulu pada saat tender di KPU orang sunda yang menang. Contreng setahu saya itu bahasa sunda. Centang baru bahasa indonesah…begitu kira2…. haiyah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Siapa sih yang punyak sarang?

Saya adalah Taufan Dwi Prayogo. Seorang mahasiswa tingkat akhir jurusan Ilmu Komputer Universitas Diponegoro, Semarang.

Yang nasipnya diujung tanduk karena udah hampir 4 taun tapi ndak lulus-lulus. Karena udah terkena sindrom mahasiswa tingkat akhir, yang salah pergaulan dan memiliki masa depan yang kurang meyakinkan. Bidang yang saya gauli juga ndak jelas, amburadul dan ndak karuan.

Blog ini sebenarnya memiliki tema tentang Teknologi Informasi, namun karena bidang saya yang ndak jelas. Blog ini jadi tidak bermutu memiliki tema lagi.

Insya allah semua posting di blog ini aseli saya yang mikir. Dan kalo situ mau ngopi silahkan aja. Tapi jangan lupa tolong cantumkan sumbernya.

Para pencari sarang

  • 172,260 jiwa

Status Yahoo

Kalender

Maret 2009
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Tools

smadav antivirus indonesia

Klik banner untuk tambah Page Rank blog anda
Increase your PageRank

Powered by  MyPagerank.Net

Yang sedang Online
page counter

IP

Locations of visitors to this page

dmoz.org

Laman


%d blogger menyukai ini: